(Menunggu) Tablet Sony Masuk Pasar Indonesia!


Presdir Sony: Pasar Tablet di Indonesia Masih Tumbuh
Oleh: Pepih Nugraha | Tri Wahono | Kamis, 8 Desember 2011 | 19:30 WIB
Dikutip dari tekno.kompas.com

KOMPAS.com (08/12/2011) — Meskipun berbagai merek tablet PC yang dipelopori iPad Apple dan kemudian Samsung Galaxy Tab telah membanjiri,  pasar tablet PC di Indonesia belum jenuh dan bahkan diprediksi  akan terus bertumbuh. Penilaian itu disampaikan Presiden Direktur PT Sony Indonesia Satoru Arai di Makassar, Kamis (8/12/2011), seusai membuka Year End Bazaar with Sony 2011.

“Untuk itulah kami (Sony) akan masuk pasar Indonesia dengan tablet PC yang kami namakan Sony Tablet S1 dan S2,” kata Satoru, didampingi Assistant Manager Hiroshi Sakai. Satoru menjelaskan, Sony Tablet S1 dan S2 diluncurkan sejak September lalu untuk pasar Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Untuk pasar Indonesia, kata Satoru, pihaknya akan memodifikasi WiFi yang selama ini ada dengan teknologi 3G. “Saya pelajari sebelumnya, ternyata 3G sangat penting untuk pengguna Indonesia. Jadi kami belum akan memasuki pasar Indonesia sebelum menambahkan teknologi 3G untuk Sony Tablet S1 dan S2 di Indonesia,” kata Satoru.

Dia memperkirakan S1 dan S2 yang kini masih dengan akses WiFi ini baru akan hadir di Indonesia tahun 2012. “Bisa Januari, tetapi bisa juga Mei atau Juni,” kata Satoru, tentang hadirnya Sony tablet ini.

Satoru menambahkan, harga S1 dan juga S2 kemungkinan di bawah Rp 5 juta. Ditanya mengenai kelebihan Sony Tablet dibandingkan dengan tablet PC yang sudah ada, Satoru mengungkapkan, keunggulannya antara lain dalam hal bentuk, kecepatan akses, dan harga.

“Khusus S2, kami menawarkan tablet lipat dengan dual screen,” katanya. S1 dan S2 dari Sony ini menggunakan Honeycomb Android. S1 dengan bentuk slate style memiliki ukuran 9,4 inci, sedangkan S2 yang berbentuk dual screen berukuran lebih mungil, yakni 5,5 inci. “Untuk pasar Indonesia yang akan masuk lebih dahulu adalah S1,” tutur Hiroshi.

Ditanya apakah Sony tidak terlambat memasuki bisnis tablet PC di mana di pasar sudah beredar iPad Apple, Samsung Galaxy Tab, Motorola Xoom, Dell Streak, dan lain-lain, Satoru mengatakan, pasar Indonesia masih akan terus tumbuh. “Persoalannya bukan cepat atau lambat, tetapi kami (Sony) selalu mempelajari pasar terlebih dahulu. Teknologi tinggi, bentuk unik, fungsionalitas, style dengan harga kompetitif menjadi pertimbangan sebelum memasuki pasar,” kata Satoru.

Lihat Sumber Asli

6 comments on “(Menunggu) Tablet Sony Masuk Pasar Indonesia!

  1. Saya optimis kedua tablet ini akan sukses jika benar-benar dipasarkan dibawah 5 juta Rupiah, apalagi jika sudah mengadopsi 3G. Khususnya untuk S2, saya yakin ia akan memiliki pasar tersendiri, bentuk uniknya akan menjadi ikon eksklusivitas yang luar biasa dari sebuah tablet. Mungkin Sony Tablet best-seller akan tetap S1 karena bentuknya yang relatif lebih konvensional sehingga lebih mudah diterima masyarakat, tetapi S2 tidak akan mengalami kesulitan memasuki pasar tablet karena bentuk uniknya, hanya pastikan pemasarannya jangan dilakukan setengah-setengah, pasang iklan di TV kalau perlu.
    Yang saya cukup kecewa adalah Sony VAIO yang jarang sekali mengiklankan keunikannya di iklan media, sehingga teman-teman saya tidak mempunyai alasan untuk membeli produk Sony VAIO, dan mereka berakhir pada brand lain yang lebih rajin beriklan atau berharga lebih murah. Akhir-akhir ini saya melihat produk pesaing Acer Aspire S3 iklannya terpampang di banyak website, dan mereka langsung menunjukkan keunikan produk tersebut di iklannya.

    Di beberapa negara saya dengar kedua tablet itu hadir dengan nama Sony Tablet S dan Sony Tablet P, apakah di Indonesia akan menggunakan nama S1 dan S2? Saya juga lebih mendukung nama itu, karena nama Sony Tablet P membuat rancu dengan VAIO P.

    Satu lagi yang penting, jangan sampai kehadiran tablet ini memakan penjualan VAIO, khususnya VAIO YB dan EK yang bermain pada range harga yang sama. Caranya, menurut saya, memberi alasan pada konsumen mengapa mereka harus memiliki keduanya.

      FS: baru juga nongol nih postingan, langsung disambar agan Patrick😀 Mantabs gan ulasannya, kayanya udah punya Tablet Sony ya gan? Btw, thx komennya yang sangat menggugah!
    • Sayangnya saya belum punya, nanti kalau sdh rilis kasih satu ya😀
      Sekarang saya lagi fokus ngejual SA ini, mau ganti SA26 yg coklat itu… ngiler… hehe

      Blog ini harusnya masuk ke sony.co.id nih, saya lihat sony.co.id kurang dalam hal perkenalan produk, andai saja ada post seperti VAIO Bercita Rasa Coklat yang ada di blog ini, pasti sony.co.id juga lebih menggoda (dan bikin ngiler), bisa coba diusulin ke Sony pusat, siapa tahu mereka setuju🙂

      Thx juga buat post-post di blog ini yang informatif & keren…

        FS: cuma bisa tersenyum🙂
  2. betul kata bos patric,,,sony lamabat update,,,saya udah liat tablet sony waktu di singapore,,ga ada sim card slotnya,,,mgkin ntar yang masuk di indonesia udah ada sim card slotnya,,he,,,he,,,mas fs gmana caranya mau defragment hardisk di sa35…?

      FS: defrag hdd bisa gunakan sowtware bawaan windowsnya Disk Defrgamenter atau bisa gunakan software lainnya..
  3. mo nanya nech…..kalau tanda pengisian baterai laptop vaio vpcca35fg sudah penuh gmna?? dibuku petunjuk katanya warna hijau tapi punya saya malah padam,apa itu nrmal?

      FS: umumnya produk VAIO kalau sudah full charge akan terlihat warna hijau pada lampu indikator baterai. Kalau punya kamu padam, tp sejauh tidak ada trouble yg disebabkan yaaa gak perlu khawatir..
    • Masalah charge saya merekomendasikan utk mengaktifkan “Battery Care” utk mengawetkan batere. Saya 3 tahun pakai VAIO VGN-CR23G hingga akhirnya saya jual degradasi baterai hanya 20%, sementara saat saya menggunakan laptop merk lain, hanya 2 tahun saja degradasi baterai sudah mencapai 40%, yang saya duga karena peran “Battery Care”.
      Untuk mengaktifkannya buka “VAIO Control Center”, pilih “Power Management” dan beri centang pada “Enable Battery Care Function”.
      Cara kerja “Battery Care” adalah menghentikan charge saat baterai sudah dicharge hingga 80%, karena jika baterai terlalu lama di 100% akan mengakibatkan karat.

        FS: nice info gan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s