Mengintip Tablet Besutan Sony (Bag. 1)


Sony Luncurkan Tablet Stylish
Oleh: Yunianto Kristiawan
Dikutip dari Duniaku.net
Disunting oleh FS
Senin, 13 Februari 2012 – 21.00 wib

LaptopCentro, Duniaku.net (01/10/2011) – Sony pun ikut menceburkan diri di lautan “blue ocean.” Berkat iPhone dan iPad yang sukses mendobrak konsep konservatif sebuah smartphone berlayar sentuh serta tablet PC klasik, makin banyak pengguna awam yang menggunakan fungsinya. Mereka yang terkadang hanya iseng ikut-ikutan membeli karena akhirnya menjadi bagian lifestyle (atau biasa disebut pasar casual), jumlahnya pasti akan terus bertambah seiring makin mudahnya edukasi dan pengaruh mengenai fungsi sebuah tablet, atau yang akhir-akhir ini juga dijuluki sebagai “Slate PC”. Dan jika kita bicara “style-over-function,” memang masih sang pioner iPad dari Apple (jika bicara ranah tablet) tetap menduduki tahta. Namun kembali ke style itu sendiri, di luar Apple masih ada developer lain, dengan platform berbeda, yang siap mencuri lifestyle. Inilah Sony dengan sepasang tablet perdananya, Sony Tablet S dan Sony Tablet P.

          Ketika saya menyebutkan platform berbeda, pasti langsung terbesit Android. Dan benar, kedua tablet yang sebelumnya dikenal sebagai Sony S1 dan Sony S2 tersebut datang dengan ”jiwa” Android 3.1 Honeycomb. Memang sudah banyak Honeycomb bermunculan sejak kuartal pertama, walaupun kebanyakan ”menderita” karena diganjar konsep desain yang sama, yang akhirnya kembali merujuk pada kata ”meniru iPad.” Memang ada yang berani dan mengenalkan konsepnya sendiri, seperti Asus dengan EeePad Transformer serta Slider yang unik berkat keyboard opsional/terintegrasi yang fungsional, LG dengan Optimus Pad yang dengan percaya diri mengklaim sebagai tablet pertama berfitur stereoscopic 3D, atau HTC melalui Flyer yang langsung membuat penggunanya merasa ”berkelas” berkat premium build dan finishing-nya serta tak bisa diacuhkan aksesoris stylus khusus dengan aplikasi menarik HTC Scribe. Mereka memiliki konsep dan pengaplikasian unik untuk membedakan dengan tablet lainnya. Namun di antara itu semua, kami belum menemukan yang benar-benar stylish, kecuali Tablet S dan Tablet P ini. Mampukah Sony dengan generasi pertama tablet mereka ini bersaing dengan developer lain, seperti Samsung dan beberapa nama lainnya, yang sudah masuk ke generasi kedua line-up tabletnya?

          Sedikit ke belakang, Sony mengkonfirmasikan keduanya melalui event tunggal Sony IT Mobile Meeting yang digelar Sony Corporation pada 26 April 2011. Saat itu dikenalkan dengan hanya kode nama Sony S1 dan S2. Impresi awal media yang hadir selama pengenalan pertama tersebut, selain desain yang langsung membuat mata terkunci, di dalam tubuh keduanya mengalir aura PlayStation. Namun dalam peluncuran resminya di Berlin dan Tokyo pada 31 Agustus 2011 lalu, Sony pun mengkonfirmasi lineup tablet mereka nantinya disebut sebagai Sony Tablet, dan kode nama S1 serta S2 pun diubah menjadi Tablet S dan Tablet P. Keduanya mengusung fitur standar tablet, touchscreen (dua layar untuk Tablet P), dua kamera (belakang 5 MP, dan depan 0.3 MP), sensor infrared, Wi-Fi, PlayStation Suite, DLNA (yang sepertinya bakal dimanfaatkan Sony untuk menghubungkan tablet ini dengan perangkat multimedia lain seperti televisi melalui koneksi WiFi), dan tak ketinggala juga mampu menangkap jaringan 3G/4G – walaupun di versi awal ini modul 3G ditiadakan.

          Kemudian pada 11 September 2011 lalu, Sony Tablet S mulai dijual di pasaran. Tablet ini ditawarkan dengan satu layar sentuh multitouch berukuran 9.4-inch (dengan lebar diagonal 240 mm). Ukuran yang beda dibandingkan pilihan lain yang sudak eksis. Berbeda dengan tablet kebanyakan, Sony mendesain si S ini seperti majalah yang dilipat. Sehingga kamu dapatkan casing belakangnya memiliki bagian yang menebal, seperti ujung majalah yang kita lipat saat membacanya. Sehingga ketika kamu mengoperasikannya secara landscape, maka ujung atas piranti ini menjadi tiga kali lebih tebal dibandingkan bagian bawahnya. Dan bagian yang tebal itu sekaligus memposisikan Tablet S dengan sudut yang miring ketika diletakkan pada bidang datar – makin membuat kita nyaman melihat layarnya.

          Memang saat kamu membelinya masih Android 3.1 Honeycomb, sedangkan Sony sendiri sudah memberikan Android 3.2, dan disarankan kamu langsung meng-update untuk memperbaiki sedikit kendala ketika mengoperasikannya secara portrait. Sedangkan otaknya, diserahkan kepada chipset Nvidia Tegra 2 dengan dua core, berkecepatan 1000 MHz. Setara dengan tablet lain, kamu juga dapatkan RAM sebesar 1GB, serta opsi pilihan storage 16 atau 32GB. Menurut data di Sony Online Store, kamu bisa menebus tablet ini dengan $499, walaupun untuk retail harganya bisa $479, atau $493 jika menurut Amazon. Berharap saja semoga Sony Indonesia juga segera memasarkannya.

* Artikel disunting dari Duniaku.net atas seijin penulis. Lihat sumber aslinya di sini!

One comment on “Mengintip Tablet Besutan Sony (Bag. 1)

  1. Kalau benar akan dirilis dengan harga itu (sekitar 4 jutaan) lengkap dengan fitur 3G, saya yakin Sony Tablet akan sukses. Saya sendiri telah melihat langsung Tablet P & Tablet S, dan keduanya impresif saat pertama kali dipegang. Berikut pendapat saya.

    Tablet P terasa sangat mantap ditangan, dan konsep dua layarnya terlihat bagus. mengetik di satu layar mengingatkan pada HP berkeyboard slider QWERTY (ingat Sony XPERIA X1?). Bentuknya saat tertutup menyerupai tempat kacamata sehingga mudah dimasukkan dalam kantong tanpa perlu mengorbankan ukuran layar. Beberapa aplikasi bawaan memanfaatkan kedua layarnya dengan fantastis, sayangnya ternyata hal itu harus dibayar dengan inkompatibilitas terhadap berbagai aplikasi yang didapat dari Android Market, mungkin karena resolusi layar yang tidak lazim. Mungkin untuk mengatasi ini, Sony bisa membuat software update untuk mengurangi masalah inkompatibilitas dengan berbagai aplikasi. Untuk jangka panjangnya, saya berpikir alangkah jauh lebih baik bila Sony membuat Tablet P dengan resolusi total 1280×800 (1280×400 per layar) dengan setting default muncul memenuhi layar, sama seperti Tablet S dan Android tablet lainnya sehingga tidak ada masalah kompatibilitas. Alangkah jauh lebih baik lagi jika kedua layarnya dapat menyatu saat dibuka, walaupun mengimplementasikan ini akan sulit. Namun, dari semua, hal yang paling disayangkan dari Tablet P adalah ketidakmampuan untuk melakukan panggilan telepon, padahal tablet kecil lain seperti Samsung GALAXY Tab 7 memiliki kemampuan untuk melakukan panggilan telepon. Konsepnya dapat mempelajari HTC Universal (2005) yang berbentuk sama, namun dapat melakukan panggilan telepon dalam posisi tertutup.

    Sementara bentuk Tablet S, hmm… seolah S dibuat untuk digunakan secara portrait seperti kita membaca majalah. Hal itu berlawanan dengan konsep Android tablet yang dioptimalkan untuk landscape. Namun bentuknya memang sangat membantu (dan keren) kalau digunakan di meja. Yang saya suka dari tablet S adalah ukurannya yang cenderung kompak dibanding tablet 10 inci lain, namun tetap menyediakan kenikmatan yang setara. Desain unik Tablet S sangat eksklusif & terlihat mewah nan unik.

    Layar TruBlack pada kedua tablet ini bukan sekadar kata-kata, anda harus melihat sendiri bagaimana warna hitamnya yang luar biasa.

      FS: Sony Tablet yang bakal masuk indonesia hanya Tablet S. Btw, ulasan yang menarik gan Patrick🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s