Inilah Sony Ultrabook Generasi Pertama


Oleh: FS
Kamis, 10 Mei 2012 – 19.30 wib

LaptopCentro – Saat ini mulai ramai istilah ultrabook terdengar di berbagai media. Apa sih ultrabook? Secara singkat, ultrabook hadir untuk menggambarkan bentuk dari sebuah perangkat paling mutakhir dengan desain tipis, ramping, ringan, teknologi canggih, user friendly, portabel, hemat daya atau baterai tahan lama. Gampangnya, ultrabook adalah perpaduan kecanggihan dan kenyamanan sebuah tablet yang mempunyai fitur dan kemampuan sebuah notebook. Setelah Acer, Asus, Dell mengeluarkan produk ultrabook mereka, kini giliran Sony yang turut serta terjun ke dunia ultrabook.

Sony baru saja mengumumkan akan meluncurkan produk ultrabook pertama mereka yang kemungkinan besar akan diberi nama VAIO T yang akan hadir dengan dua ukuran layar. VAIO T11 dengan ukuran layar 11,6 inci dan VAIO T13 dengan ukuran layar 13,3 inci. VAIO T merupakan ultrabook pertama di bawah merek VAIO. Seperti diwartakan Media Indonesia yang dikutip dari PCWorld, perusahaan asal Jepang tersebut mengatakan pada Rabu (02/05) bahwa VAIO T akan mulai didistribusikan pada bulan ini. Namun berapa harga dan di negara mana ultrabook tersebut akan dipasarkan belum ada kejelasan. Seperti ultrabook pada umumnya, PCWorld beranggapan bahwa VAIO T juga terinspirasi oleh MacBook Air buatan Apple dalam pemilihan bahan yang digunakan.

Sony menyampaikan bahwa ultrabook tersebut menggunakan material magnesium dan alumunium. Untuk spesifikasinya, PCWorld hanya menyebutkan model 13,3 inci saja. Beratnya hanya sekitar 1,6 kilogram, lebih berat dari MacBook Air yang hanya 1,35 kilogram.  Selain itu Sony menjelaskan bahwa VAIO T menggunakan teknologi hibrida pada hard drive-nya berkat teknologi Intel Smart Response Technology. Untuk daya tahan baterai, diperkirakan mampu digunakan hingga sembilan jam ketika menggunakan SSD.

Diberitakan juga oleh Okezone dari Pocket-Lint, Rabu (2/5/2012), VAIO T13 akan membawa layar LED berukuran 13 inci dengan ketajaman resolusi 1366×768 pixel. Ultrabook ini kabarnya akan meluncur di Inggris pada Juni 2012. VAIO T13 dibekali kemampuan daya tahan baterai sekira 9 jam dalam sekali charge. Selain itu, dapur pacunya menggunakan prosesor Intel Core i3-2367M Ultra Low Voltage.

 

Rencananya, ultrabook Sony ini bakal melenggang juga ke pasar Indonesia. Namun belum jelas tipe dan spesifikasi yang akan masuk. Semoga saja ultrabook Sony yang masuk ke Indonesia sudah menggunakan prosesor Intel Core generasi ketiga, Ivy Bridge. [fs]

3 comments on “Inilah Sony Ultrabook Generasi Pertama

  1. Melihat desainnya, sangat mirip dengan Z terbaru (Z2). Saya lebih melihat ini sebagai versi yang lebih murah namun tidak semenarik Z.
    VAIO S sudah menggunakan prosesor normal-voltage 35W dengan dedicated graphics, dengan berat hanya 1.6-1.7kg, sementara T masih menggunakan prosesor ULV (Ultra Low Voltage) tanpa dedicated graphics, namun dengan berat yang relatif sama. Ditambah lagi dengan resolusi layarnya yang tidak sebaik SA & Z2.
    Saya harap T dapat dirilis dengan harga yang setara dengan YB, atau setidaknya sedikit lebih mahal, mengingat performanya yang tidak terpaut jauh. Yang pasti, harganya tidak boleh menyentuh SB termurah.

  2. Akhirnya komen juga agan Patrick, saya sdh tunggu2 reviewnya🙂
    Iya, ultrabook ini mirip dengan seri Z, dan bahkan lebih mirip dengan VAIO X. Sebenranya kalau ultrabook, Sony sudah pernah hadirkan seri X dengan prosesor Atom namun waktu itu yg tenar adalah istilah netbook maka VAIO X masuk kategori netbook. Dan sekarang lagi ramai istilah ultrabook makanya Sony secara resmi menamai produk baru VAIO T mereka dengan istilah ultrabook.

    Mengenai harga, feeling saya harganya jauh di atas VAIO YB, bahkan setara dengan VAIO X mengingat desainnya yang ramping dan teknologi yang digunakan, mungkin sekitar 10 jutaan🙂

    • Saya rasa dengan harga 10 jutaan, konsumen akan cenderung memilih SB lantaran beratnya yang relatif sama (1.7 kg pada SB vs 1.6 kg pada T), namun memiliki performa yang jauh diatasnya seperti prosesor normal-voltage dan dedicated graphics. Apalagi kalau sampai menyentuh 14 juta, memasuki kelas SA, dimana SA sudah memiliki prosesor i7 normal-voltage beserta dedicated graphics 1GB.

      Saya berpikir agar lebih praktis, VAIO Z2 sebaiknya menggunakan prosesor AMD Trinity (dirilis pertengahan tahun ini). Konsepnya sama dengan AMD Brazos (E-series) yang digunakan pada YB, yaitu menghadirkan performa yang mumpuni, beserta graphics Radeon teintegrasi, namun dengan konsumsi daya yang irit. AMD Trinity diposisikan diatas Brazos, yaitu untuk bersaing dengan Intel Core i3, i5, dan i7. Pendahulunya, AMD Llano (A-series) memiliki performa setara dengan i3 dan i5, namun memiliki grafis integrated Radeon HD6620G, hanya terpaut sedikit dibanding Radeon HD6650M pada Z2. Di Trinity, AMD menjanjikan performa akan naik hingga 50%, sehingga cukup untuk mengasapi Z2, dan mengimbangi F. Dengan mengintegrasikan grafis seperti ini, maka tidak diperlukan lagi kartu grafis terpisah seperti yang saat ini digunakan seluruh varian Z2. Keuntungan utama bagi Z2 adalah tidak diperlukannya PMD (Power Media Dock) karena tidak dibutuhkannya grafis dedicated. Selain itu juga menghemat biaya & mengurangi konsumsi daya yang berujung menambah daya tahan betere.

      Selain itu, teknologi serupa juga dapat diterapkan pada SA & SB, maka switch STAMINA-SPEED tidak lagi dibutuhkan.

        FS: wow…Thx infonya gan Patrick! Jadi nambah wawasan saya juga nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s